269 Hektare Sawah Berpotensi Gagal Panen
Rahmat Yuniar, Kepala Distan Lebak.--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membantu petani di Lebak yang lahannya terdampak banjir yang mengakibatkan gagal panen.
Rahmat Yuniar, Kepala Distan Lebak menyampaikan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Desember 2025 hingga Januari 2026 tercatat 269 hektare sawah terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi.
“269 hektare persawahan terendam, 50 hektare di Desa Cisangu gagal panen dan 73 hektare beropotensi gagal panen,” katanya kepada wartawna, Rabu (21/1).
Rahmat menyatakan, ratusan hektare area persawahan itu berada di Kecamatan Cilukur, Cibadak, Malingping dan Wanasalam. Menurutnya, banjir kerap jadi langganan merendam sawah di wilayah tersebut setelah diguyur hujan lebat.
Potensi area sawah terendam banjir ini bisa terus bertambah atau melebar ke sejumlah wilayah, karena saat ini intensitas hujan masih sangat tinggi hampir diseluruh wilayah.
“Kami harap dari Pemprov Banten juga ada upaya untuk membantu, karena petani ini pelaku utama dalam program swasembada pangan,” ujarnya.
Pihaknya, kata Rahmat, sudah mengajukan bantuan berupa bibit untuk para petani yang sawahnya gagal panen alias puso imbas dari genangan banjir.
“Dengan bantuan bibit tersebut, semoga bisa mengurangi petani, teruma untuk kebutuhan menanam kembali,” tuturnya.
Andri, ketua kelompok tani di Kecamatan Warunggunung mengaku, musim penghujan tahun ini sangat luar biasa, karena area sawah padi yang biasanya tidak terendam, musim hujan tahun ini terendam.
"Rugi itu pasti, karena selain tenaga yang sia-sia, modal pengadaan pupuk dan bibit juga tebuang oleh rendaman banjir, kerugian belum kita hitung karena rendaman masih terus terjadi dan bertambah karena hujan masih terus turun," ucapnya. (fad)
Sumber:

