BJB NOVEMBER 2025

Bupati Tanam Bambu di RTH Cisoka, Pelestarian Lingkungan dan Identitas Daerah

Bupati Tanam Bambu di RTH Cisoka, Pelestarian Lingkungan dan Identitas Daerah

RIMBUN: Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan Kepala OPD melakukan penanaman bambu di RTH Cisoka sebagai bagian pelestarian lingkungan hidup dan identitas wilayah Kabupaten Tangerang.(Dok. Diskominfo Kab. Tangerang)--

TANGERANGEKSPRES.ID, CISOKA — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mela­ku­kan penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka. Ke­giatan tersebut diikuti oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansah serta jajaran Organisasi Perang­kat Daerah (OPD). Rabu (21/1/2026).

Bupati mengatakan, pena­naman bambu ini menjadi lang­kah awal pengembangan RTH berbasis bambu yang se­laras dengan Rencana Pem­bangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang. Pembangunan ruang terbuka hijau akan men­jadi fokus pemerintah daerah di seluruh kecamatan.

“Alhamdulillah, sesuai dengan RPJMD yang telah ditetapkan, kita fokus membangun ruang terbuka hijau di seluruh keca­matan. Hari ini kita mulai dari Kecamatan Cisoka dengan pe­nanaman bambu di area yang telah dipersiapkan. Ke depan, kawasan ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang terbuka publik untuk wisata, pengembangan UMKM, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Tangerang.

Ia menambahkan, pemba­ngunan RTH bambu juga se­jalan dengan prioritas peles­tarian lingkungan di Kabupaten Ta­ngerang. Bambu dipilih ka­­rena memiliki nilai ekologis sekaligus menjadi ciri khas daerah.

Pelestarian lingkungan men­jadi prioritas utama pem­ba­ngunan daerah, khususnya pe­lestarian bambu yang meru­pakan ciri khas Kabupaten Ta­­ngerang. Bahkan bambu men­jadi bagian dari identitas kita yang tertanam dalam logo Ka­bupaten Tangerang,” tam­bahnya.

Sementara itu, Kepala Bappe­da Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi, menyampaikan bah­wa bambu memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas yang kuat bagi masyarakat Ka­bupaten Tangerang. Pihaknya optimis, dengan bambu sektor ekonomi kreatif dan industri kreatif dapat berkembang dan menyejahterakan masyarakat

“Bambu merupakan sejarah, identitas, dan budaya Kabu­paten Tangerang. Bahkan ter­tanam di dalam logo daerah. Hari ini kita bersepakat bahwa kejayaan bambu yang dahulu menjadi identitas kita harus dibangkitkan kembali,” ungkap Erwin.

Dia menjelaskan, pengem­bangan RTH Bambu Cisoka akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pemerintah daerah masih dalam tahap pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bambu setiap bulan dengan varietas yang berbeda.

“Saat ini sudah ada 17 varietas bambu. Setiap bulan akan kita tambah koleksinya. Pada APBD Perubahan nanti, sarana pra­sarana pendukung seperti area parkir, gerbang, sarana UMKM, jogging track, toilet, dan mu­sholla juga akan disiapkan. Target kami, akhir tahun 2026 kawasan ini sudah berfungsi dan dimanfaatkan oleh ma­syarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa bambu tidak hanya ber­fungsi sebagai elemen ruang terbuka hijau, tetapi juga me­miliki potensi besar dalam pe­ngembangan ekonomi krea­tif. Pemerintah harus hadir untuk menguatkan dan me­ngembang­kan kembali ekonomi kreatif berbasis bambu karena ini ada­lah identitas sejarah dan budaya kita.

“Selain sebagai RTH, bambu memiliki banyak manfaat, ter­utama dari sisi ekonomi kreatif. Pada tahun 1920-an, topi bam­bu dari Kabupaten Tangerang sudah dikirim ke Eropa dan hingga kini para pengrajinnya masih ada,” ujarnya.

Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar da­pat dinikmati masyarakat untuk kepentingan wisata, ekonomi kreatif, dan edukasi lingkungan.

“Di tahun 2026 juga telah di­targetkan pembangunan enam RTH di kecamatan lain­nya. Sesuai RPJMD, di akhir masa jabatan Pak Bupati, se­luruh 29 kecamatan akan me­miliki ruang terbuka hijau, den­gan bambu sebagai identitas masing-masing kecamatan, seperti bambu cendani di Rajeg atau bambu kuning di Mauk,” pungkasnya.(sep)

Sumber: