BJB NOVEMBER 2025

SMPN 7 Solear: Tidak Ada Toleransi untuk Perundungan

SMPN 7 Solear: Tidak Ada Toleransi untuk Perundungan

KOMPAK: SMPN 7 Solear telah menerapkan anti bullying sesama teman untuk menciptakan kekompakan antar siswa.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SOLEAR — SMP Negeri 7 Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, terus berko­mitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menerapkan program anti bullying sesama teman.

Program ini sebagai langkah preventif da­lam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah. Program anti bullying tersebut diterapkan melalui berbagai kegiatan edukatif, pembiasaan sikap saling menghargai, serta penguatan karakter kepada siswa sejak dini. Pihak sekolah menilai, pencegahan perundungan menjadi hal yang sangat pen­ting. Hal ini demi menjaga kekompakan antar siswa serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yang dapat berdampak pada psikologis maupun proses belajar peserta didik.

Kepala SMPN 7 Solear Rohaeti mengatakan, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter siswa agar me­miliki rasa empati, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Menurutnya, bullying tidak hanya berdampak pada korban tetapi juga dapat merusak ik­lim sekolah secara keseluruhan.

“Kami di SMPN 7 Solear berkomitmen untuk menolak segala bentuk bullying di sekolah. Program anti bullying ini kami terapkan agar seluruh siswa merasa aman, nyaman, dan dihargai. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (14/1).

Rohaeti menjelaskan, penerapan anti pe­run­dungan ini dilakukan melalui sosialisasi kepada siswa saat kegiatan apel pagi, pem­belajaran di kelas, serta kegiatan penguatan karakter. Guru juga dilibatkan secara aktif untuk mengawasi interaksi antar siswa. Hal ini agar tercipta suasana yang kondusif dan saling menghargai. “Kami selalu mengingat­kan siswa bahwa perbedaan itu adalah hal yang wajar. Tidak boleh ada ejekan, intimidasi, atau perlakuan yang merendahkan teman. Kekompakan dan kebersamaan harus dijaga agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut Rohaeti menegaskan, pihak sekolah tidak akan mentolerir tindakan bullying dalam bentuk apa pun, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial. Ia menilai, pencegahan lebih penting dibandingkan penindakan, sehingga pembinaan karakter menjadi fokus utama sekolah.

“Dengan menerapkan anti bullying sejak dini, kami berharap siswa memiliki kesadaran untuk saling menjaga, saling mengingatkan, dan peduli terhadap sesama. Ini penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan sekolah,” paparnya.

Rohaeti menambahkan, SMPN 7 Solear juga menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua siswa. Ini agar program anti bullying dapat berjalan secara optimal. Orang tua diharapkan dapat ikut mengawasi dan menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak di rumah.

“Kami mengajak orang tua untuk bersama-sama mendukung program ini. Pendidikan karakter tidak hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Dengan kerja sama yang baik, kami yakin lingkungan sekolah yang aman dan bebas bullying dapat terwujud,” tambahnya.

Rohaeti berharap, melalui penerapan program anti bullying ini, siswa SMPN 7 Solear dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki rasa empati, serta mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan teman-temannya. Ia juga berharap sekolah dapat menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari perundungan.

“Harapan kami sederhana, siswa bisa belajar dengan tenang, merasa bahagia di sekolah, dan tumbuh menjadi generasi yang saling menghormati. Anti bullying bukan hanya program, tetapi harus menjadi budaya di SMPN 7 Solear,” tutupnya.(ran)

Sumber: