BJB NOVEMBER 2025

22 SD Terdampak Banjir Perlu Direlokasi

22 SD Terdampak Banjir Perlu Direlokasi

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SD Dindikbud Kabupaten Serang Abidin Nasyar sedang meninjau SD yang terdampak banjir, karena lokasi bangunannya tepat di bantaran sungai, di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Rabu (14/1).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Ka­bupaten Serang meninjau se­banyak 22 sekolah dasar (SD) yang ter­dampak banjir, baik sekolah negeri maupun swasta, Selasa (13/1). 

Dari puluhan SD yang terdampak banjir, mayoritas perlu direlokasi atau dipindahkan, karena diba­ngun di pinggir sungai yang mem­buat ketika hujan deras mengalami luap­an, yang airnya masuk ke sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Pen­didikan SD Dindikbud Kabupaten Serang Abidin Nasyar mengatakan, dari data yang diterimanya, ada 22 SD yang terdampak baik negeri maupun swasta, terkena banjir maupun longsor namun mayoritas banjir.

Kebanyakan SD terdampak banjir ini, karena lokasi bangunannya dekat dengan sungai, yang mem­buat ketika hujan deras luapan airnya masuk ke lingkungan sekolah.

"Saya pantau langsung ke lapa­ngan, ada 22 SD terdampak banjir dan longsor, baik itu negeri mau­pun swasta, ada di Kragilan, Anyar, Cikeusal, Kibin, dan Padarincang. Ternyata, banyak sekolah dibangun di dekat kali (sungai), ketika hujan terjadi luapan airnya masuk ke sekolah, ada juga yang drainasenya kurang bagus," katanya kepada wartawan melalui telepon seluler, Rabu (14/1). 

Mantan Ketua KPU Kabupaten Serang ini mengaku, menurutnya ada beberapa SD perlu direlokasi, karena banjir yang dialami sekolah ini sifatnya rutin tahunan ketika musim hujan tiba.

Sehingga, pihaknya sudah meng­identifikasi pada bangunan sekolah yang berdekatan dengan kali dan sungai untuk dilakukan pengkajian terlebih dahulu sebelum nantinya diputuskan untuk relokasi.

"Kita sudah mengidentifikasi sekolah yang memang perlu dire­lokasi untuk kita kaji terlebih da­hulu. Sekolah tersebut seperti, SD di Cikande, ada juga di Sung­gom Jaya sama Koper itu terlalu dekat dengan Sungai Cidurian, dan SDN Cigelam langganan ban­jir," ujarnya.

Meski puluhan SD terdampak banjir, kata Abidin, kegiatan belajar mengajar (KBM) masih tetap ber­jalan, namun ada juga yang me­laksanakannya melalui daring atau belajar dari rumah.

Totalnya ada lima SD yang melak­sanakan KBM secara daring. Kare­na sampai kini banjir belum juga surut dan selebihnya melak­sa­nakannya di sekolah masing-masing sebab air sudah surut.

"Karena intensitas hujan masih tinggi, untuk bisa menjaga ke­waspadaan," ucapnya.

Kata Abidin, meninjau langsung ke sekolah yang terdampak banjir ini atas bimbingan dan arahan Kepala Dindikbud, dan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.

Sehingga, dirinya beserta jajaran langsung pantau ke lapangan un­tuk memastikan dokumen dan alat elektronik milik sekolah masih aman.

"Semua aman terkendali, tidak ada kerusakan maupun dokumen yang basah. Tapi, sementara ini belum ada sekolah yang butuh bantuan, karena masih meng­identifikasi kondisi sekolahnya," tuturnya.

Sumber: