BJB NOVEMBER 2025

SDN Salembaran III Masih Terendam Air

SDN Salembaran III Masih Terendam Air

MASIH TERENDAM: Kondisi kelas dan ruang guru di SDN Salembaran III, Kecamatan Kosambi, yang masih terendam air sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah masih diliburkan.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Hingga saat ini, SDN Salembaran III, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, masih meliburkan seluruh siswanya akibat kondisi sekolah yang terendam banjir. Genangan air masih ada di seluruh ruang kelas dan sejumlah fasilitas sekolah lainnya, sehingga ke­giatan belajar mengajar (KBM) belum memungkinkan untuk dilaksanakan secara tatap muka.

Banjir yang melanda kawasan tersebut menyebabkan aktivitas sekolah lumpuh total. Air meng­genangi ruang kelas, ruang gu­ru, perpustakaan hingga ha­laman sekolah. Kondisi terse­but memaksa pihak sekolah mengambil kebijakan untuk tetap meliburkan siswa demi keselamatan dan kesehatan bersama. Sebagai langkah anti­sipasi agar proses pembelajaran tetap berjalan, sekolah mene­rapkan sistem pembelajaran daring.

Kepala SDN Salembaran III Romli Sahib mengatakan,  ke­putusan meliburkan siswa diam­bil setelah melihat kondisi sekolah yang belum memung­kinkan untuk digunakan. Me­nurutnya, keselamatan siswa menjadi prioritas utama pihak sekolah.

“Untuk sementara waktu, ka­mi masih meliburkan seluruh siswa karena kondisi sekolah masih terendam banjir. Hampir semua ruang kelas terendam air, sehingga tidak memung­kinkan untuk digunakan sebagai tempat belajar. Kami tidak ingin mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan siswa,” ujarnya kepada Tange­rang Ekspres saat di temui di sekolah sambil melakukan ber­sih sekolah, Selasa (13/1).

Romli menjelaskan, pihak sekolah terus melakukan pe­man­tauan kondisi lingkungan sekolah setiap hari. Namun hingga kini, air belum sepenuh­nya surut. Hal tersebut juga menjadi kendala untuk segera membersihkan dan menyiapkan ruang kelas agar dapat kembali digunakan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan me­mantau perkembangan di la­pangan. Meskipun sebagian air mulai berangsur surut, na­mun kondisi kelas masih kotor dan licin karena lumpur. Perlu waktu dan tenaga ekstra untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh agar sekolah benar-benar aman dan nyaman,” je­lasnya.

Lebih lanjut, Romli menam­bahkan, bahwa selama masa libur akibat banjir, kegiatan belajar mengajar tetap dilak­sanakan secara daring. Guru-guru diminta untuk tetap mem­berikan materi pembelajaran kepada siswa melalui media online yang telah disepakati bersama orang tua.

“Untuk memastikan hak bela­jar siswa tetap terpenuhi, kami melaksanakan pembelajaran secara daring. Para guru tetap aktif memberikan materi dan tugas kepada siswa melalui grup belajar. Kami juga meminta pengertian dari orang tua agar dapat mendampingi anak-anak­nya selama belajar di rumah,” tuturnya.

Ia juga mengimbau kepada para orang tua siswa agar terus memantau kondisi kesehatan anak-anaknya, mengingat banjir dapat membawa berbagai risiko penyakit. Menurutnya, peran orang tua sangat penting selama proses pembelajaran daring berlangsung.

“Kami berharap orang tua dapat bekerja sama dengan pihak sekolah, baik dalam men­dampingi anak-anak saat belajar daring maupun dalam menjaga kesehatan mereka. Kondisi pas­cabanjir seperti ini tentu rawan penyakit, sehingga keber­sihan dan kesehatan anak harus menjadi perhatian bersama,” imbauannya.

Romli menyampaikan ha­rapannya agar kondisi segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan secara normal. Ia juga berharap adanya per­hatian dan bantuan dari peme­rintah daerah untuk membantu penanganan pascabanjir di lingkungan sekolah.

“Mudah-mudahan air segera surut sepenuhnya dan kami bisa segera melakukan pember­sihan agar sekolah kembali siap digunakan. Kami juga ber­harap ada dukungan dari pemerintah daerah, terutama dalam penanganan dampak banjir ini, sehingga proses be­lajar mengajar dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya.

Hingga saat ini hujan masih mengguyur wilayah Kosambi dan masih merendam kelas di SDN Salembaran III, pihak sekolah masih menunggu kon­disi benar-benar aman sebelum memutuskan untuk kembali membuka kegiatan pembela­jaran tatap muka.(ran)

Sumber: