SDN Salembaran III Masih Terendam Air
MASIH TERENDAM: Kondisi kelas dan ruang guru di SDN Salembaran III, Kecamatan Kosambi, yang masih terendam air sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah masih diliburkan.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Hingga saat ini, SDN Salembaran III, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, masih meliburkan seluruh siswanya akibat kondisi sekolah yang terendam banjir. Genangan air masih ada di seluruh ruang kelas dan sejumlah fasilitas sekolah lainnya, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) belum memungkinkan untuk dilaksanakan secara tatap muka.
Banjir yang melanda kawasan tersebut menyebabkan aktivitas sekolah lumpuh total. Air menggenangi ruang kelas, ruang guru, perpustakaan hingga halaman sekolah. Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah mengambil kebijakan untuk tetap meliburkan siswa demi keselamatan dan kesehatan bersama. Sebagai langkah antisipasi agar proses pembelajaran tetap berjalan, sekolah menerapkan sistem pembelajaran daring.
Kepala SDN Salembaran III Romli Sahib mengatakan, keputusan meliburkan siswa diambil setelah melihat kondisi sekolah yang belum memungkinkan untuk digunakan. Menurutnya, keselamatan siswa menjadi prioritas utama pihak sekolah.
“Untuk sementara waktu, kami masih meliburkan seluruh siswa karena kondisi sekolah masih terendam banjir. Hampir semua ruang kelas terendam air, sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat belajar. Kami tidak ingin mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan siswa,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres saat di temui di sekolah sambil melakukan bersih sekolah, Selasa (13/1).
Romli menjelaskan, pihak sekolah terus melakukan pemantauan kondisi lingkungan sekolah setiap hari. Namun hingga kini, air belum sepenuhnya surut. Hal tersebut juga menjadi kendala untuk segera membersihkan dan menyiapkan ruang kelas agar dapat kembali digunakan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau perkembangan di lapangan. Meskipun sebagian air mulai berangsur surut, namun kondisi kelas masih kotor dan licin karena lumpur. Perlu waktu dan tenaga ekstra untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh agar sekolah benar-benar aman dan nyaman,” jelasnya.
Lebih lanjut, Romli menambahkan, bahwa selama masa libur akibat banjir, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara daring. Guru-guru diminta untuk tetap memberikan materi pembelajaran kepada siswa melalui media online yang telah disepakati bersama orang tua.
“Untuk memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi, kami melaksanakan pembelajaran secara daring. Para guru tetap aktif memberikan materi dan tugas kepada siswa melalui grup belajar. Kami juga meminta pengertian dari orang tua agar dapat mendampingi anak-anaknya selama belajar di rumah,” tuturnya.
Ia juga mengimbau kepada para orang tua siswa agar terus memantau kondisi kesehatan anak-anaknya, mengingat banjir dapat membawa berbagai risiko penyakit. Menurutnya, peran orang tua sangat penting selama proses pembelajaran daring berlangsung.
“Kami berharap orang tua dapat bekerja sama dengan pihak sekolah, baik dalam mendampingi anak-anak saat belajar daring maupun dalam menjaga kesehatan mereka. Kondisi pascabanjir seperti ini tentu rawan penyakit, sehingga kebersihan dan kesehatan anak harus menjadi perhatian bersama,” imbauannya.
Romli menyampaikan harapannya agar kondisi segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan secara normal. Ia juga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu penanganan pascabanjir di lingkungan sekolah.
“Mudah-mudahan air segera surut sepenuhnya dan kami bisa segera melakukan pembersihan agar sekolah kembali siap digunakan. Kami juga berharap ada dukungan dari pemerintah daerah, terutama dalam penanganan dampak banjir ini, sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya.
Hingga saat ini hujan masih mengguyur wilayah Kosambi dan masih merendam kelas di SDN Salembaran III, pihak sekolah masih menunggu kondisi benar-benar aman sebelum memutuskan untuk kembali membuka kegiatan pembelajaran tatap muka.(ran)
Sumber:

