Pendapatan Pedagang Anjlok Akibat Banjir
ANJLOK: Banjir merendam Jalan Raya Pasar Kemis–Rajeg tepat di depan PT Bosung Indonesia. Akibatnya, omzet pedagang kelontong anjlok dan motor mogok, Senin (12/1).-Zakky Adnan/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID,RAJEG — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang sejak Minggu malam hingga Senin (12/1) menyebabkan ruas Jalan Raya Pasar Kemis–Rajeg terendam banjir. Kondisi ini berdampak pada aktivitas ekonomi warga, terutama para pedagang di sekitar PT Bosung Indonesia.
Pantauan di lokasi pada Senin sore, genangan air yang cukup tinggi menutupi badan jalan, membuat arus lalu lintas tersendat. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat, bahkan banyak pengendara motor yang memilih mencari jalan alternatif untuk menghindari genangan.
Dampak paling nyata dirasakan oleh pelaku usaha di pinggir jalan tersebut. Rio Simpana, pemilik warung kelontong di depan PT Bosung Indonesia, mengaku pendapatannya terjun bebas akibat akses jalan yang sulit dilalui pembeli.
“Omzet anjlok drastis. Sampai sore ini, pendapatan belum ada setengahnya dari biasanya. Orang-orang malas mampir karena jalannya banjir begini,” keluh Rio kepada wartawan, Senin (12/1).
Menurut Rio, banjir di kawasan ini seolah menjadi masalah setiap kali hujan dengan intensitas tinggi melanda.
“Kami berharap pemerintah segera mengatasi persoalan ini. Proyek U-Ditch harus diteruskan supaya aliran air lancar dan tidak menggenangi jalan seperti sekarang. Kalau dibiarkan terus, ekonomi warga kecil yang paling terdampak,” pungkas Rio.
Tak hanya berdampak pada ekonomi, banjir juga menyulitkan para pengguna jalan. Beberapa pengendara motor yang nekat menerjang genangan air akhirnya harus gigit jari karena mesin kendaraan mereka mati atau mogok di tengah banjir. Terlihat pengendara terpaksa mendorong motornya di tengah arus air yang cukup deras.
“Tadi saya kira tidak terlalu dalam, ternyata air masuk ke mesin,” ujar salah satu pengendara motor.
Holik, warga Perumahan Rajeg Asri, juga menjadi salah satu pengendara yang terdampak. Pria yang sehari-hari bekerja di kawasan Jatake ini mengaku kecewa karena harus mendorong motornya yang mogok di tengah kondisi tubuh yang lelah sehabis bekerja.
“Pulang kerja, motor mogok. Udah mah capek kerja, dorong-dorong motor,” ungkap Holik saat ditemui di lokasi banjir.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air di Jalan Raya Pasar Kemis–Rajeg masih terlihat. (zky)
Sumber:

